Tampilkan postingan dengan label Flora Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora Fauna. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

, ,

Tumbuhan-tumbuhan yang pernah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist

     Banyak tumbuhan/buah yang disebutkan dalam al-qur'an dan hadist dimana pohon/tumbuhan/buah tersebut dijelaskann manfaatnya agar dapat diketahui dan diterapkan oleh generasi selanjutnya. Dan inilah tumbuhan-tumbuhan spesial tersebut...

1. Buah Tin


     Pohon tin adalah salah satu dari dua pohon keramat dalam Islam, yang satu lagi yaitu pohon zaitun. Di Al Qur'an, salah satu surat disebut dengan nama ini (QS Surah At-Tin) karena Allah bersumpah atas nama buah/tumbuhan ini. 

2. Pohon Widara/Bidara


     Pohon ini adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Bidara atau Sidr (dalam bahasa arab) memiliki kedudukan di dalam agama Islam. Pohon ini disebutkan di beberapa surah dalam Al-Qur'an, yaitu:
  • Sebagai Pohon bidara yang sedikit jumlahnya (sidrin qolil) (QS.34. Saba':16),
  • Sebagai Pohon bidara yang tak berduri (sidr makhdud) (QS.56. Al-Waqiah:28),
  • Sebagai Pohon bidara perbatasan akhir (sidratul muntaha) dan Pohon bidara yang diliputi (sidrata ma yaghsya) (QS.53. An-Najm: 13-16)
     Pohon ini selain disebutkan didalam Al-Qur'an juga terdapat anjuran penggunaannya di dalam hadits. Dia digunakan dalam berbagai prosesi ibadah, misalnya daunnya disunnahkan untuk digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru suci dari haid. Juga ketika memandikan jenazah dan menghilangkan najis dari tubuh mayat, jenazah disarankan dimandikan dengan air yang dicampur daun bidara. 

3. Siwak

http://bagoes06.blogspot.com
     Dahan dan akar pohon ini selama berabad-abad digunakan sebagai pembersih gigi alamiah, sebagai mana dahan ranting yang berserat dan lembut telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membersihkan gigi dan mulut secara alami. Penggunaannya sangat popular di dunia Arab, dan juga di negara-negara yang mayoritas Muslim. Digunakan sebagai pembersih gigi, atau dalam istilahnya disebut dengan bersiwak, dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad yang tercantum dalam beberapa hadis. 

4. Buah Zaitun


     Buah zaitun banyak sekali disebutkan di dalam Al Quran, Allah SWT bersumpah dengan zaitun tersebut dalam firman Nya: “Demi pohon Tien dan Zaitun. (At-Tin 1-2), dan firmanNya dalam surat An-Nuur ayat 35 , Dinyalakan (dengan minyak) dari sebuah pohon yang diberkahi, (yaitu) zaitun yang tidak tumbuh di sebelah timurnya dan tidak pula disebelah baratnya, hampir-hampir minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api". (http://www.rullysyumanda.org)

5. Jinten hitam/Habbatussauda


     Habbatussauda adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, danTimur Tengah. Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Pada Habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut" . Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (10:118-119); Muslim (7:25)

6. Pohon Kurma


     Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah mengabadikan dan mengutamakan buah kurma dari jenis buah-buahan yang lain, Alloh Subhanahu wa Ta‘ala menyebutnya bahkan di 20 ayat yang berbeda di dalam Al-Qur’an dengan memakai lafadz pohon kurma : an - Nakhl,an-Nakhiil atau an-Nakhlah. selain itu kurma juga disebutgan dalam berbagai hadist dengan berbagai manfaatnya. (http://www.eramuslim.com).

Continue reading Tumbuhan-tumbuhan yang pernah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist

Selasa, 24 Desember 2013

,

10 Hewan Langka Endemik Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Ini dia 10 hewan dan burung langka endemik Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara...

1. Pungguk Sumba

www.larsfoto.se
     Spesies Burung Hantu ini endemik di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Burung Pungguk Sumba ini menghuni sebagian kecil dan kawasan hutan primer dan sekunder pada ketinggian 600-950 mdpl.

2. Julang Sumba

orientalbirdimages.org
    Julang Sumba atau dalam nama ilmiahnya Aceros everetti adalah sejenis burung berukuran besar dengan panjang lebih kurang 70cm. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam dan paruh berwarna kekuningan. Burung jantan dan betina mudah dibedakan. Kepala dan leher burung jantan berwarna merah, sedang burung betina memiliki kepala dan leher berwarna hitam. Julang Sumba hanya terdapat di hutan primer dan sekunder daerah Sumba, Nusa Tenggara Barat. Spesies ini ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 950 meter.

3. Komodo

www.earthtimes.org
     Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaituTaman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

4. Jalak Bali


     Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang. Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

5. Codot Nusatenggara

www.arkive.org
     Codot nusatenggara adalah sejenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan hidup terbatas (endemik) di Nusa Tenggara. Codot ini memiliki 3 anak jenis (subspesies) yaitu Cynopterus n. nusatenggara, Cynopterus n. sinagai, Cynopterus n. wetarensis.

6. Pungguk Wengi

tnmanupeu.blogspot.com
     Satu lagi jenis burung hantu endemik Musa Tenggara tepatnya di Pulau Sumba adalah pungguk wengi. Burung ini berukuran sekitar 35-40 cm, burung ini tidak mudah dijumpai. Menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi baik hutan tropis maupun meranggar juga di tepi hutan dan hutan mangrove. Dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 mdpl. Pungguk Wendi biasanya terlihat sendirian, berpasangan atau dalam kelompok kecil yang terpencar sampai 4 individu. 

7. Gagak Flores

ibc.lynxeds.com
     Gagak flores hanya dapat ditemui di Flores dan Rinca, Nusa Tenggara. Oleh IUCN, spesies ini dimasukkan kedalam spesies yang terancam.

8. Celepuk Flores

www.arkive.org
     Celepuk flores adalah burung dari keluarga Strigidae. Untuk pertama kalinya, burung ini ditemukan di Gunung Repok, Flores. Ditemukan pada tahun 1896. Burung ini merupakan endemik Flores. Sejak saat itu, burung celepuk flores tak ditemukan hingga Maret, 1994. Catatan terakhir burung ini dibuat pada 1997. Celepuk flores adalah burung pendiam. Burung ini hinggap di tempat yang tinggi, sehingga burung ini sulit untuk dilihat.

9. Burung Madu Matari


     Burung endemik Nusa Tenggara ini cukup mudah ditemui. Menghuni hutan monsun sekunder, tepi hutan, lahan budidaya dan taman-taman dekat kota dari permukaan laut sampai ketinggian 800 m di Sumbawa, 1000 m di Flores, dan 720 m di Timor.

10. Kura-kura Leher Ular


     Kura-kura berleher ular pulau Rote (Chelodina mccordi) adalah kura-kura kecil berleher panjang, ditemukan hanya di habitat lahan basah pulau Rote, bagian timur Indonesia. Karena Kura-kura endemik ini telah menjadi spesies baru sejak 1994. Kura kura berleher ular pulau Rote tinggal di rawa, danau, dan sawah di selatan pulau Rote. Spesies ini seringkali diperdagangkan oleh para kolektor reptil endemik internasional. Sehingga lebih sering ditemukan di penangkaran dibandingkan habitat aslinya. Jumlah populasi spesies ini semakin berkurang, karena selalu diperdagangkan, namun perkembangbiakannya sedikit. Para pedagang seringkali menggunakan perangkap untuk menangkap hewan ini di rawa-rawa air tawar di Pulau Rote. (http://denifa-biology.blogspot.com/)

Continue reading 10 Hewan Langka Endemik Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Sabtu, 14 Desember 2013

,

Hewan-hewan eksotis khas Dataran Tinggi Tibet

     Jika mendengar kata tibet, pasti yang ada dalam pikiran kita adalah gunung-gunung tinggi yang penih dengan salju, yap dataran tinggi tertinggi di dunia ini memang selalu diselimuti salju, namun ternyata ada banyak fauna yang tinggal disana yang tidak kita ketahui, nah ini dia fauna-fauna yang tinggal di dataran tinggi tibet...

1. Antelop Tibet

http://sunrise-pashmina.com
     Antelop Tibet adalah spesies antelop asli Dataran Tinggi Tibet dan hanya tersisa 75.000 ekor saja. Hewan ini hidup di ketingian 3250 m sampai 5500 m dimana salju dapat kita temukan dimanapun, hal inilah yang membuat antelop tibet harus menggali salju untuk menemukan makanan di tanah. Sekarang statusnya menjadi "endangered" karena sering diburu untuk dimanfaatkan kulitnya dan jidadikan barang-barang mewah yang mahal harganya.

2. Serigala Tibet

http://www.bhutanpurelandtravels.com
     Serigala ini tidak hanya bisa kita temukan di tibet, namun dapat juga dijumpai di Mongolia, Pakistan, Bhutan, Nepal, dan negara-negara di Asia Tengah. Hewan ini bukan hewan nokturnal (aktif di malam hari), namun ia sering beristirahat di siang hari dibawah terik sinar matahari. Statusnya masih "beresiko rendah" dan serigala ini diklaim lebih banyak menyerang manusia dibandingkan harimau, babi hutan, beruang, dan leopard yang digabungkan sekalipun, ngeri juga ya.

3. Rubah Pasir Tibet

http://www.canids.org
     Rubah Pasir Tibet hidup di ketinggian 3.500 m sampai dengan 5.200 m. Rubah ini kerap dijumpai sendiri dan tidak suka menggerombol, ia biasanya mencari mangsa sendirian. Namun uniknya, rubah ini sering bekerja sama dengan Beruang Coklat untuk memburu Pika (sejenis tikus). Dimana Beruang Cokelat yang akan menggali lubang rumah Pika di tanah, lalu si rubah pasir tibet akan menangkapnya ketika pika berusaha kabur.

4. Beruk Tibet

http://www.arkive.org
     Beruk merupakan spesies sejenis kera, di Tibet spesies ini hidup antara ketinggian 800-2500 m. Beruk yang tinggal di hutan Sub-tropis ini merupakan salah satu spesies kera terbesar di Asia. Ia membentuk suatu kelompok yang terdiri dari beberapa jantan da beberapa betina.

5. Katak Kona

http://calphotos.berkeley.edu
     Selain di tibet, katak ini juga terdapat di Bhutan dan India utara. Katak dengan nama latin Nanorana conaensis ini senang hidp di hutan sub-tropis dan juga sungai-sungai di Dataran Tinggi Tibet.

6. Beruang Tibet

http://shaggygod.proboards.com
     Beruang ini merupakan salah satu spesies dari Beruang Coklat. Spesies ini merupakan salah satu yang paling langka di dunia. Orang asli tibet menyebutnya dengan Dom Gyamuk, bentuknya yang besar dan habitatnya di wilayah bersalju membuatnya sering dihubung-hubungkan dan disalah persepsikan dengan Legenda Yeti, yaitu manusia salju raksasa yang hidup di Pegunungan Himalaya.

Continue reading Hewan-hewan eksotis khas Dataran Tinggi Tibet

Senin, 09 Desember 2013

, ,

Tumbuhan-tumbuhan Unik Endemik Indonesia

     Setelah sekian lama ilhamblogindonesia.blogspot.com hanya membahas tentang fauna Indonesia saja, nah sekarang kita akan membahas tentang flora endemik Indonesia. Ternyata banyak lho tanaman-tanaman asli Indonesia yang hanya ada di negara ini, seperti yang berikut ini...


1. Nyamplung

     Di Indonesia, nyamplung tersebar mulai dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur danPapua. Kelebihan nyamplung sebagai bahan baku biofuel adalah bijinya mempunyai rendemen yang tinggi, bisa mencapai 74%, dan dalam pemanfaatannya tidak berkompetisi dengan kepentingan pangan. 

2. Anggrek Hitam


     Spesies hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.

3. Eboni Sulawesi

     Nama ilmiahnya adalah Diospyros celebica, yakni diturunkan dari kata "celebes" (Sulawesi), dan merupakan tumbuhan endemik daerah itu. Jenis ini hanya terdapat di Pulau Sulawesi, di hutan primer pada tanah liat, pasir atau tanah berbatu-batu yang mempunyai drainase baik, dengan ketinggian mencapai 600 m dpl. Secara alami, kayu hitam (ebony) sulawesi ditemukan baik di hutan hujan tropika maupun di hutan peluruh. Pohon ini menghasilkan kayu yang berkualitas sangat baik. Warna kayu coklat gelap, kehitaman, atau hitam berbelang-belang kemerahan. Dalam perdagangan internasional kayu hitam sulawesi ini dikenal sebagai Macassar ebony, Coromandel ebony, streaked ebony atau juga black ebony.

4. Mangga Kasturi

     Mangga ini dapat kita jumpai di Provinsi Kalimantan Selatan. Varietas mangga ini dikenal masyarakat Kalimantan Selatan dengan sebutan kasturi, cuban/kastuba dan asem pelipisan/palipisan. Buah kasturi kenampakannya mirip dengan buah mangga tetapi berukuran kecil, berbentu bulat sampai ellipsoid. Kulit buah tipis dengan warna hijau terang dengan bintik-bintik berwarna gelap dan apabila masak maka kulit buah berubah menjadi kehitaman. Daging buah berwarna oranye gelap, kandungan serat 1,06% dan memiliki rasa yang manis dan lezat. Sifat yang menonjol dari kasturi adalah aroma buah yang harum sehingga banyak disukai masyarakat Kalimantan Selatan.

5. Sirih Merah

     Sirih merah adalah tumbuhan merambat yang ditanam orang karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan sirih maupun lada. Nama ilmiah tumbuhan asal Sulawesi ini adalah Piper ornatum, namun beberapa pustaka mengacaukannya dengan Piper crocatum, tumbuhan yang tidak dibudidayakan yang berasal dari benua Amerika. Dan sirih merah juga dapat digunakan sebagai obat diabetes militus, hepatitis, asam urat, batu ginjal, menurunkan kolestrol, mencegah strok, keputihan, radang prostat, radang mata, maag, kelelahan, nyeri sendi, dan memperhalus kulit.

6. Matoa

     Tanaman ini adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Matoa berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Matoa juga terdapat di beberapa daerah di Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea. Satu hal yang paling digemari dari tanaman ini yaitu buah matoa memiliki rasa yang manis.

7. Padma Raksasa


     Tumbuhan ini merupakan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Penamaan bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu(Sumatera) di suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan, sehingga Bengkulu dikenal di dunia sebagai The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia. Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali. Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles. Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan).

     Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

9. Kepuh


     Kepuh adalah sejenis pohon kerabat jauh kapuk randu. Tinggi dengan batang besar menjulang, pohon ini kerap didapati di hutan-hutan pantai. Di Bali dan juga di Jawa, pohon yang lekas tumbuh ini banyak ditemukan di pemakaman.

10. Ketapang


      Ketapang sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Lekas tumbuh dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepi jalan.

11. Edelweiss Jawa


     "Bunga Abadi" ini merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka. Salah satu tempat terbaik untuk melihat edelweis adalah di Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

12. Bunga Bangkai


     Bunga dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Banyak orang sering salah mengira dan tidak bisa membedakan bunga bangkai dengan Rafflesia arnoldii. Mungkin karena orang sudah mengenal Rafflesia sebagai bunga terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran bunga bangkai yang juga besar. Bunga bangkai untuk jenis-jenis yang termasuk dalam genus Amorphophallus juga dapat di jumpai pada hutan hujan tropis yang berada di Kalimantan Utara tepatnya berada di Stasiun Penelitian Hutan Tropis (SPHT) Taman Nasional Kayan Mentarang.

13. Kantong Semar Jamban


     Nepenthes jamban adalah salah satu spesies kantong semar (Nepenthes) yang endemik Sumatera Utara. Nama spesies yang cukup unik ini diambil dari bahasa Indonesia yang mengacu pada bentuk kantongnya yang menyerupai jamban atau toilet. Spesies ini pertama kali dikoleksi pada 22 April 2005 dari selatan Padang Sidempuan.

14. Kantong Semar Naga


     Bentuk unik yang membedakan tanaman ini adalah rupanya yang mirip badan botol dan organ yang berbentuk seperti lidah ular yang keluar dari bagian bawah penutup kantungnya. Nama naga diambil dari bahasa Indonesia yang merujuk pada bentuk penutup kantung dan badan eksternalnya serta ukurannya yang besar. Nama ini juga merujuk pada cerita rakyat di Bukit Barisan yang disebut-sebut sebagai habitat naga di masa lalu. 

Continue reading Tumbuhan-tumbuhan Unik Endemik Indonesia
,

8 Hewan Endemik Pulau Papua/Irian Jaya

     Pulau Papua memiliki hutan luass sekali dan itu pun belum terjamah oleh peradaban manusia. Tentunya didalam hutan tersebut tersimpan banyak sekali flora fauna dan bahkan akan terus bertambah spesiesnya karena setiap saat hampir ada penemuan baru. Dan mari kita simak 8 hewan endemik di pulau paling timur Indonesia ini..

1. Kanguru Pohon Mbaiso



     Dendrolagus mbaiso merupakan satwa endemik papua, yang berada di Taman Nasional Lorenzt. Hewan ini termasuk dalam famili Macropopidae dan masuk dalam daftar hewan langka (endangered) menurut IUCN. Secara fisik, kanguru pohon ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran tubuh kangguru australia. Kanguru ini memiliki bulu hitam dengan kombinasi putih di bagain dadanya. Satwa ini merupakan spesies sub-alpin, yaitu berada di daerah pegunungan bawah dengan ketinggian 2700-3500 m dpl dan vegetasi hutan basah serta memiliki banyak kanopi dengan ketinggian mencapai 10-15 m.

     Kelestarian hewan ini semakin mengkhawatirkan dikarenakan populasinya yang semakin menurun hingga 50% selama lebih dari 3 dekade ini dikarenakan peningkatan aktifitas manusia seperti berburu dan bercocok-tanam. (http://www.tanya.papua.us)

2. Kanguru Pohon Mantel Emas

     Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya Dendrolagus pulcherrimus adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Kanguru-pohon Mantel-emas ditemukan pada tahun 1990 oleh Pavel German di Gunung Sapau, Pegunungan Torricelli di Papua New Guinea. Populasi lainnya ditemukan di daerah terpencil di Pegunungan Foja, provinsi Papua, Indonesia pada bulan Desember 2005. Spesies ini merupakan jenis mamaliabesar baru untuk Indonesia.

     Kanguru-pohon Mantel-emas merupakan salah satu jenis kanguru-pohon yang paling terancam kepunahan di antara semua kanguru-pohon. Spesies ini telah punah di sebagian besar daerah habitat aslinya.

3. Labi-labi Moncong Babi

http://www.reptarium.cz
     Hewan endemik Papua yang kerap disebut kura-kura ini populasinya di alam bebas sangat terancam karena merupakan hewan peliharaan populer dan sering diselundupkan ke luar negeri (Cina dan Taiwan) untuk dikonsumsi sebagai obat. Ia hidup di sejumlah sungai di daerah selatan Papua. Taman Nasional Gunung Lorentz menjadi tempat perlindungan terakhirnya.

4. Hiu Karpet Berbintik

     Di bawah laut Raja Ampat bersembunyi suatu spesies yang disebut "penguasa bayangan" perairan Raja Ampat, tak lain adalah Hiu Karpet (Hemiscyllium freycineti). Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat (tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase). Spesies Hiu ini termasuk kategori hiu bambu atau famili Hemiscyllidae dan memiliki bentuk yang bisa dibilang unik yang disebabkan oleh bintik bintik kecil yang sedikit memanjang dan cenderung berwarna gelap pada rentang interval antara 8-9 baris di ekor dan kepalanya. 

     Meskipun hiu ini kelihatan kecil dan tidak berbahaya, namun para penyelam jangan pernah meremehkan makhluk ini, karena seringkali tampak mereka memakan ikan lain yang lebih besar. (http://www.tanya.papua.us)

5. Tikus Raksasa Mallomys

     Sejumlah peneliti Amerika Serikat dan Indonesia, baru-baru ini, menemukan spesies tikus raksasa jenis baru di hutan hujan pegunungan Foja, Papua Timur. Tikus ini sangat unik karena berbobot 1,4 kilogram atau lima kali berat tikus kota pada umumnya. Selain itu, tikus ini juga punya rambut panjang berwarna abu-abu serta bagian belakangnya yang amat lebar.

     Tikus raksasa ini memiliki panjang sekitar 55 sentimeter, lima kali lebih besar dari tikus yang ada di rumah-rumah. Tikus ini disebut Mallomys. Tikus raksasa ini lebih jinak serta bisa dengan bebas masuk dan bercengkrama dengan para peneliti. Selain Mallomys, para peneliti juga menemukan satwa sejenis tupai atau possum yang berukuran jauh lebih kecil dari tupai umumnya tapi memiliki ekor panjang. (http://news.liputan6.com)

6. Ikan Pelangi Merah

     Ikan ini adalah ikan air tawar yang hidup endemik di Danau Sentani Papua. Di luar negeri ikan ini dikenal dengan nama Red rainbowfish, Irian Jaya rainbowfish ataupun Salmon red rainbowfish.

     Ikan ini sudah terkenal di Eropa untuk ikan hias akuarium, Ikan ini pertama kali diperkenalkan oleh Max Weber yang melakukan ekspedisi Papua Barat antara tahun 1890 sampai 1900. Pada tahun 1973, A. Werner, Jr dari Munich, dan E. Frech dari Memmingen, Jerman mengumpulkan spesimen hidup selama penilitian di Jawa, Sulawesi, dan Papua Barat. Mereka mengambil sejumlah ikan berwarna-warni kembali ke Eropa, termasuk Incisus Glossolepis . Peneliti Werner dan Frech juga memperkenalkan ikan rainbowfish yang indah dan menarik bagi penghobi ikan akuarium.

7. Udang Selingkuh

     Jika kamu berkunjung ke Danau Tigi di Papua, tak ada salahnya untuk menyelami lebih dalam informasi di danau ini. Masyarakat setempat menamakan Danau Tigi, danau ini terletak di lembah pegunungan Diai. Uniknya di tengah danau ini terdapat pulau kecil yang bernama Duamo.Bila beruntung disini dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu Udang selingkuh (cherax albertisii). Dinamakan demikian karena udang tersebut memiliki capit/jepit besar seperti halnya kepiting, sehingga muncul dugaan bahwa udang ini hasil perselingkuhan udang dengan kepiting.

8. Tikus Pohon Kecil

http://www.telegraph.co.uk
     Tikus yang merupakan spesies temuan baru di pedalaman hutan papua ini memiliki nama latin Pogonomys sp. nov. Tikus ini ditemukan oleh Kristofer Helgen saat ekspedisi pada November 2008.


Continue reading 8 Hewan Endemik Pulau Papua/Irian Jaya

Kamis, 05 Desember 2013

,

10 Burung Langka dan Endemik Pulau Kalimantan

     Seperti pulau-pulau besar lain di Indonesia, Kalimantan juga memiliki flora-fauna yang sangat beragam. Berikut ini adalah burung-burung langka yang hanya dapat kita jumpai di Pulau Kalimantan..

1. Beleang Bulwor

arkive.org
     Sempidan Kalimantan/Beleang Bulwor adalah endemik Pulau Kalimantan. Sementara spesies ini secara lokal biasa ditemui di kawasan terlindung (misalnya Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Timur), mereka jarang ditemukan di tempat lain. Burung ini mendiami bukit dan wilayah bawah hutan pegunungan tropis, cenderung memilih hutan hujan dataran tinggi dan jarang mengunjungi dataran rendah di bawah ketinggian 300 meter (980 kaki). Makanannya terutama terdiri dari buah-buahan, cacing, dan serangga.

     Burung ini terdaftar sebagai Rentan dalam daftar IUCN karena populasi menurun drastis. Alasan utama penurunan ini adalah kehilangan habitat fragmentasi akibat kebakaran dan penebangan hutan komersial. Perburuan lokal juga dianggap merusak populasi burung ini. Selanjutnya, program penangkaran yang bertujuan untuk melestarikan spesies ini tidak banyak berhasil

2. Tiong-Batu Kalimantan

arkive.com
     Burung ini adalah satu-satunya anggota dari keluarga burung pengicau Pityriaseidae dan genus Pityriasis. Ia merupakan spesies misterius dan jarang dijumpai dari kanopi hutan hujan Kalimantan.

3. Puyuh Kepala Merah

http://www.panoramio.com
     Burung Puyuh kepala-merah (Haematortyx sanguiniceps) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Phasianidae. Dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis dan pegunungan berhutan lembap subtropis atau tropis.

4. Tawau Dada Hitam

http://orientalbirdimages.org
     Spesies burung misterius yang saat ini ditempatkan bersama-sama dengan anis biasa dalam keluarga Turdidae. Burung ini endemik hutan di pulau Kalimantan. Burung ini sangat berbeda dari anis lain, ia condong ke arah Corvoidea sehingga ia ditempatkan sebagai genus monotypic Chlamydochaera.

5. Opior Kalimantan

http://orientalbirdimages.org
     Opior Kalimantan endemik di daerah rimba bukit dan rimba pegunungan daerah rendah Pulau Kalimantan bagian utara. Makanannya buah berry kecil, buah, biji, dan serangga, mencari makan dalam kawanan kecil 4 sampai 8 burung. Ia akan berhubungan dengan burung lain saat makan, termasuk mata-putih lainnya, burung-burung uncal, burung-burung yuhina. 

6. Tokhtor Kalimantan

http://orientalbirdimages.org
     Burung ini, seperti yang ditunjukkan oleh namanya, merupakan endemik pulau Kalimantan dan dapat ditemukan di wilayah Brunei, Malaysia dan Indonesia. Burung ini hanya ada di hutan lembap, mereka terancam oleh hilangnya habitat. Spesies ini dulunya dianggap sejenis dengan Tokhtor Sumatera, namun akhirnya diklasifikasikan sebagai spesies tersendiri.

7. Pelanduk Kalimantan

http://orientalbirdimages.org
     Hanya ada spesimen tunggal yang diketahui, didapatkan pada abad ke-19. Habitat alaminya adalah hutan lembap dataran rendah tropis atau subtropis. Status adalah kurang dikenal, meski kemungkinan belum punah. Sebelumnya diklasifikasikan sebagai Rentan oleh IUCN. Tetapi penelitian baru menunjukkan kurangnya informasi yang dapat dipercaya, sementara di sisi lain beberapa asumsi dugaan telah dikumpulkan dari spesimen yang ada, membuka jalur-jalur baru penelitian. Akibatnya, statusnya berubah menjadi Kurang Data pada tahun 2008.

8. Kasumba Kalimantan

http://ibc.lynxeds.com
     Kasumba kalimantan atau juga sering disebut Luntur kalimantan adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Trogonidae yang dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia. Habitat alaminya adalah pegunungan berhutan lembap subtropis atau tropis. Burung ini terancam oleh hilangnya habitat mereka.

9. Paruh Kodok Kalimantan

planetofbirds.com
     Burung Paruh-kodok Kalimantan (Batrachostomus mixtus) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Podargidae. Dapat ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis dan pegunungan lembap subtropis dan tropis. Jenis burung ini terancam oleh hilangnya habitat mereka.

10. Berencet Kalimantan

http://ibc.lynxeds.com
     Berencet kalimantan (Ptilocichla leucogrammica) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Timaliidae. Dapat ditemukan di Brunei, Indonesia, dan Malaysia. Burung ini juga salah satu spesies burung yang mulai terancam keberadaanya.

Continue reading 10 Burung Langka dan Endemik Pulau Kalimantan